BIMBINGAN TEKNIS PENGELOLAAN BMD PENERAPAN KODEFIKASI BARANG YANG BARU PADA SIMDA BMD MENURUT PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI 108 TAHUN 2016


Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang
Milik Daerah diselenggarakan oleh BPKAD Kabupaten Banjar bekerja sama dengan
Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan
Selatan.

            Bimbingan Teknis tersebut
dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Nopember 2019 bertempat di Aula Barakat
Sekretariat Daerah Banjar, diikuti oleh ±100 (seratus) orang peserta dari
beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten
Banjar.

            Kegiatan Bimbingan Teknis dibuka
secara langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yaitu
Bapak Drs. Achmad Zulyadaini, M.Si selaku Pejabat Penatausahaan Barang
Pengelola, didampingi oleh Perwakilan Kepala Badan Pengawas Keuangan dan
Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Bidang Aset
Daerah.

            Beberapa Materi Bimbingan Teknis
tersebut yang dibawakan oleh Pemateri adalah sebagai
berikut:

1.   Penerapan dan penginputan SIMDA
Barang Milik Daerah dengan alur Perencanaan dan
Pengadaan;

2.   Percepatan input SIMDA Barang Milik
Daerah;

Adapun beberapa dokumentasi foto kegiatan sebagai
berikut:

clip_image001

Gambar
1 : Pelatihan Bimbingan Teknis Penerapan Kode Barang
Baru pada SIMDA BMD Lingkup Pemerintah Kabupaten
Banjar.

clip_image002

Gambar 2
: disela sebelum mulai acara pelatihan Bimbingan
Teknis
Penerapan Kode Barang Baru pada SIMDA BMD Lingkup Pemerintah Kabupaten
Banjar

clip_image003

Gambar
3 : Pembacaan Laporan Kegiatan Bimbingan Teknis oleh
Kepala Bidang Aset Daerah Bapak M. Fahroel Razy, S.ST,
MT.

clip_image004

Gambar 4: Pembukaan Bimbingan Teknis Resmi dibuka oleh Bapak
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yaitu Bapak Drs. Achmad
Zulyadaini, M.Si

clip_image005

Gambar 5 : Para Peserta dengan khidmat mendengarkan pemateri
membawakan materi bimbingan teknis tersebut.

clip_image006

Gambar 6 : Para Peserta dengan khidmat mendengarkan pemateri
membawakan materi bimbingan teknis tersebut